"Kalau mau bebas dari stres keuangan, jangan mulai dari beli emas atau saham dulu. Mulailah dari fondasi yang benar." — Ternakuang.id
Assalamualaikum Teman Tehyun!
Kali ini Teteh mau bahas sesuatu yang sangat penting: urutan langkah untuk membangun keuangan yang sehat. Gampangnya, ini adalah “tangga” yang harus kamu naiki satu per satu supaya bisa mencapai kebebasan finansial. Gak bisa loncat-loncat, harus urut yaaa~
Langsung aja kita mulai!
🟢 Langkah 1: Pegang Cash Minimal Rp10 Juta
Kenapa?
Ini adalah dana cadangan super darurat yang bisa kamu pakai kalau ada kebutuhan mendadak, misalnya motor mogok, anak sakit, atau kehilangan penghasilan mendadak.
Harus disimpan di mana?
Sebaiknya di rekening bank biasa, yang bisa dicairkan kapan aja. Jangan diinvestasikan dulu ya, karena ini tujuannya sebagai aset likuid alias gampang dicairkan.
🟢 Langkah 2: Lunasi Semua Utang Kecil (Kecuali KPR)
Contohnya:
-
Kartu kredit
-
PayLater
-
Pinjaman online (pinjol)
-
Cicilan HP, elektronik, dll
Kenapa penting?
Utang-utang kecil ini biasanya punya bunga tinggi. Kalau nggak cepat dilunasi, bisa jadi jebakan bunga berbunga yang makin besar dan bikin stres. Jadi, bebaskan diri dari utang konsumtif dulu, kecuali utang produktif seperti KPR.
🟢 Langkah 3: Simpan Dana Darurat 3–6 Bulan Pengeluaran
Fungsi Dana Darurat:
Dana ini akan menyelamatkan kamu kalau tiba-tiba:
-
Kehilangan pekerjaan
-
Sakit dan harus rawat jalan lama
-
Terjadi bencana atau kondisi tak terduga
Jumlah yang harus disiapkan:
-
Untuk lajang: minimal 3 bulan pengeluaran
-
Untuk yang sudah berkeluarga: idealnya 6 bulan
Taruh di mana?
Di tempat yang stabil dan bisa diambil sewaktu-waktu, misalnya:
-
Deposito
-
Reksa dana pasar uang
-
Tabungan khusus
🟢 Langkah 4: Investasikan 20% dari Penghasilan
Setelah dana darurat aman, baru kita bisa mulai mengembangkan uang lewat investasi.
Rekomendasi alokasi:
-
20% dari penghasilan setiap bulan untuk investasi
-
Pilih aset yang bisa bertumbuh 10–15% per tahun seperti:
-
Saham
-
Reksa dana
-
Obligasi
-
Emas
-
Properti
-
Tips Teteh:
Investasi itu bukan soal instan kaya. Tapi soal disiplin menabung di tempat yang benar dan kasih waktu untuk berkembang.
🟢 Langkah 5: Siapkan Dana Pendidikan Anak
Kalau kamu punya anak, jangan tunggu mereka masuk SD baru panik cari uang sekolah.
Biaya pendidikan makin naik tiap tahun loh!
Yang bisa disiapkan:
-
Reksa dana pendidikan
-
Tabungan pendidikan
-
Asuransi pendidikan (pilih yang murni ya, bukan unit-link)
Hitung estimasi biayanya dari sekarang, lalu sisihkan per bulan.
🟢 Langkah 6: Lunasi KPR Secepat Mungkin
KPR memang termasuk utang produktif, tapi tetap saja itu utang jangka panjang.
Kenapa harus dipercepat?
-
Bunga bisa besar dalam jangka panjang
-
Membebaskan kamu dari beban psikologis
-
Bisa alokasikan uang ke investasi setelah lunas
Strategi:
-
Naikkan cicilan (kalau nggak kena penalti)
-
Bayar cicilan tambahan tahunan
-
Manfaatkan THR atau bonus tahunan untuk mempercepat pelunasan
🟢 Langkah 7: Bangun Kekayaan Abadi & Mulai Berbagi
Kalau semua kebutuhanmu sudah aman, saatnya berpikir lebih besar:
Tujuan akhir dari semua ini adalah:
-
Membangun kekayaan abadi (misalnya properti, bisnis, investasi pasif)
-
Menjadi saluran rezeki untuk orang lain
-
Berbagi ke sekolah, yayasan, atau mereka yang membutuhkan
Karena...
Berkah itu bukan hanya saat kita punya banyak, tapi saat kita bisa memberi banyak.
📌 Penutup: Naik Tangga Satu per Satu, Jangan Loncat!
Banyak orang ingin langsung investasi padahal masih punya utang konsumtif dan belum punya dana darurat.
Padahal kalau fondasi keuangan nggak kuat, kita bisa jatuh saat menghadapi krisis.
Jadi mulai dari:
-
Nabung dulu
-
Bebas utang kecil
-
Dana darurat
-
Investasi
-
Dana pendidikan
-
Lunasi KPR
-
Berbagi
Kalau kamu merasa terbebani, ingat: semua orang punya ritme masing-masing. Yang penting konsisten dan sadar dengan setiap keputusan keuangan yang diambil.
Semangat, Teman Tehyun!
Yuk mulai naik tangga satu per satu ✨
Kamu bisa share blog ini ke teman/keluarga yang lagi berjuang bebas finansial juga ya. Follow juga @ternakuang.id buat insight seperti ini tiap hari!
0 komentar:
Posting Komentar